Untuk kalian, yang baru saja bergegas pergi menitipkan tongkat estafet perjuangan kalian pada kami, adik-adikmu..



 Di ask.fm ada yang nge-ask gini:
Dan pas saya coba reply tau-tau hurufnya melewati batas, walhasil saya tuangkan saja lewat blog ini.

So.. buat yang nge-ask. Ini dia jawabannya:

Diurutkan perkelas saja di'?(: jangki bosan baca nah.. mumpung lagi gak mager huehe

1. Permana Puspito Nindar
Berkesan karena rekan kerja pertama di bidang jurnalistik dan sudah membimbing selama lomba dan alhamdulillah dapat juara.
2. Ananda Ashari
Sudah kenal sebelum masuk SMA kebetulan atasan saya di forum anak:3 suka banget sama kakak ini karena multitalent juga humble, sepertinya saya jatuh cinta sama Kak Nanda pas sama-sama jadi utusan maros, dua tahun yg lalu huehe.
3. Ahmad Nur Syamsir
Fans-nya bejibun wkwk, mentor yang baik, kebetulan tetangga jiaha, sempat kerjasama pas lomba cerdas-cermat alhamdulillah sukses juga.
4. Muhammad Fadjrianto
Menginspirasi karena seperti apapun situasi masih tetap terlihat tenang, gaya kepemimpinannya keren, selain tenang, ia juga anggota PMR WIira Smansa, jadi selain pemimpin bergaya tenang juga punya hati nurani yang besar.
5. Suliman Syahrul
Tetanggayya (lagi-_-), good-listener, silanssungngang:v, good-advicer, kocak, semua na cerita.
6. Yovita Athalia Augusta
Kakak yang sudah membuat saya jatuh hati dengan news casting at my first sight<3 orangnya asik dan nyambung karena kita punya banyak kesamaan, masih inget banget pas hari pertama masuk EFC, dia nge-share pengalaman soal news cast dan sampai sekarang setiap dialognya masih saya hafal
7. St. Nurul Hasanah Salju
Kakak satu malam, pernah satu kamar pas lagi ada lomba, sifat ke-ibu-annya benar-benar berkesan.
8. Ira Anugerah Abbas
Sama-sama Ira, sama-sama suka nulis, sama-sama gaul #yakale haha, sering ceramah soal Karya Tulis Ilmiah haha, baeeeek (pake bangeettt), setiap ada info lomba-lomba pasti saya dikabari.
9. Muh. Ardiansyah Hamka
Tetanggaku (sekali lagi haha), menginspirasi di bidang keagamaan kali yak? orangnya juga asik, hidup perumnaaass! hahah
10. Farid Al Qadri
Ndatau kapan tepatnya saya baku kenal, anaknya-sahabatnya-bapakku, kadang dia ber-tanja seperti kakak yang bisa diandalkan, tapi bisa dijadikan musuh juga, rutin sekali mem-bully diriku everytime everywhere
11. Zakinah Rizky Rahman
Pendamping Tim EXO waktu MOS, meskipun orangnya kalem, saya tidak akan lupa bagaimana perjuangannya melatih yel-yel meski kelihatannya dia sendiri agak malu dan saat itu sedang masa haus-hausnya karena puasa. Bagaimanapun saya tidak akan lupa karena dia salah satu orang yang mewarnai awal hari-hariku saat mulai berseragam putih abu-abu
12. Al-Ulfha Musdaliva
Selalu ada saaat saya merasa linglung dengan urusan surat-menyurat, secara tidak langsung juga selalu menginspirasi karena prestasinya di bidang jurnalistik. Kata yang terakhir dibisikkan pada saya pas penamatan "Harusko ber-prestasi dek!" meski saat itu saya speechless karena terharu tapi dalam hati saya balas dengan kalimat "Yes, I will, I promise."
13. Ukhwani Ramadhani
Tempat menuangkan aspirasi, bertukar pikiran, dan saling berbagi pendapat kritis tentang berbagai hal, saya benar-benar-benar-benar tidak akan lupa bagaimana Kak Uun percaya sama saya untuk menggantikannya ikut lomba karya jurnalistik sambil terus meyakinkan saya bahwa saya pasti bisa.
14. Andi Annisa Cahyani Asri
Kakak yang punya cukup banyak 'alias', Kak Nisa alias Kak Cipit alias Kak Achi Sachi Edhogawa hehe. Meski gak akrab, orang ini sangat menginspirasi saya, bagaimana tidak, orangnya 'unik' sekali. Kalau image orang jenius selalu harus kutu buku dan cupu, Kak Cipit tetap dengan gayanya yang free and "whateva". Padahal prestasinya keren-keren tapi orangnya santai dan cuek-cuek saja.
15. Sakiatu Sahrah
Pembimbing dirjen pada saat MOS dan sampai detik-detik penamatan pun masih sempat menolong saya. Suara emasnya selalu berhasil membuat saya terbuai, lagi, lagi, dan lagi.
16. Tri Rahmat Rasid
First impression ya sudah pasti 'berwibawa'. Ingat banget pas sesi minta tanda tangan waktu MOS, saya beberapa kali salah menuliskan namanya dan saya diharuskan untuk mengantri kembali, DARI BELAKANG! Dan saat itu juga, seketika mood saya hancur total karena harus mengantri TIGA KALI

Tambahan, Kakanda-kakanda IKA Paskibra01 angkatannya Kak Iswan, sangat sangat sangat berarti, Kak Ija yang H-1 sebelum lomba minjemin saya sepatu PDH miliknya, tanpa sepatu sakral itu saya tidak tahu harus berbuat apa lagi. Kak Ita yang kalau melatih selalu tegas dan sedikit terbawa emosi (ampun kak ita calon tetanggaku), bagaimana mood Kak Halim yang bisa berubah seketika saat sedang melatih. Semua, semua bagian dari kalian akan selalu saya ingat.


Sebenarnya masih banyaaaaak sekali orang-orang angkatan 2015 yang menginspirasi dan berkesan, karena sebenarnya saya tipe orang yang betul-betul pay attention for every single act and words people give to me. Setiap nama-nama kalian disebutkan pada saat penyerahan piala di hari Senin, entah mengapa itu selalu saja menjadi bahan bakar yang ampuh untuk mengobarkan semangat saya. Bahkan saya juga begitu terinspirasi dengan sekelompok orang yang di-cap 'preman' tapi sebenarnya mereka berprestasi dan punya potensi, untuk grup-grup akustik Smansa yang penampilan mereka selalu kunanti di tiap acara, juga sekelompok orang yang cantiknya diatas rata-rata yang juga pasti menginspirasi, tapi kalau harus disuruh menuliskan satu-satu mungkin saja saya akan menerbitkan sebuah Novel bertajuk tentang ATLAS huaha.

Mungkin itu saja dari saya, kurang dan lebihnya mohon dimaafkan :)

Untuk kakak-kakak ATLAS:
Saya tahu perpisahan itu benar-benar tidak mengenakkan.
But it wasn't sad ending but not happy ending either. And remember that there is a "good" in every goodbye


 hattaphotography.wordpress.com



“Pecahkan saja gelasnya..
Biar gaduh sampai mengaduh..”

Anak muda mana yang tidak mengenal puisi diatas? Puisi yang terkutip pada film “Ada Apa dengan Cinta?” Aseeek. Mendengar judulnya saja, di ujung bibir para remaja sudah tercipta lengkungan berupa senyum penuh arti, hati mereka sudah berdebar-debar mengingat setiap adegan romantis antara si cantik Dian Sastro dengan seorang aktor ganteng pemeran tokoh Rangga. Jadi, siapa yang mulai senyum-senyum salah tingkah diantara kalian? Sebagian besar pasti mulai berfantasi liar mengingat kembali scene favorit masing-masing. Lantas, jika saya bertanya dintara beribu-ribu episode kisah perjuangan para pahlawan bangsa melawan penjajah hingga saat ini negara kita bias merdeka, bagian manakah yang menjadi favorit kalian? Bagian mana diantara episode itu yang membuat jantung kalian berdebar hebat? Atau penggalan mana yang membuat hati kalian terenyuh? Mayoritas para remaja pasti akan menganga jika disodorkan pertanyaan macam ini. Waduh, kalau keadaannya seperti ini, bagaimana kalau kita ganti judul saja menjadi “Ada Apa dengan Kita?”
Beginilah kondisi kita sekarang, otak kita seakan memiliki kekuatan super untuk merekam ulang setiap kejadian pada film-film favorit kita, mampu menghapal lirik lagu-lagu asing hanya dengan satu kali mendengarkannya. Itu memang keahlian yang hebat sih, tapi kita jangan sampai lupa bahwa untuk menikmati film drama dan lagu pop kesayangan kita, bangsa ini harus mengorbankan berjuta-juta insannya agar warna merah-putih bisa mempertahankan eksistensinya diujung tiang tertinggi pada setiap hari Senin kita sehingga kita, para penghuni Indonesia dapat mendeklarasikan diri sebagai warga yang berdaulat, kita bisa menikmati indahnya hidup ini dengan tentram tanpa adanya tekanan. Kalau memang seperti itu, kenapa kita seakan bersifat congkak dan tidak menghargai kemerdekaan bangsa?
Mungkin tidak ada diantara kita yang bersikap congkak dengan kemerdekaan negara kita saat ini, sebenarnya kita hanya sedikit khilaf dan lupa diri. Perlu bukti? Siapa diantara kita yang tidak marah jika budaya atau pulau kita ‘dicuri’ negara lain? Pastinya setiap kepala yang berada di tanah yang subur dan makmur, Indonesia ini, akan merelakan raganya demi membela tanah air, lantas apa yang dilakukan oleh sang raga demi Indonesia kita ini? Kita selalu menyuarakan suara kita “SAYA CINTA INDONESIA!!!” sampai ada brand baju ternama khusus menjual baju bertema Indonesia dengan slogan andalannya “Damn! I Love Indonesia” namun apalah arti sebuah ucapan tanpa adanya tindakan. Dan satu hal yang perlu ditanamkan dalam hati adalah “Nasionalisme”. Faktanya, “Nasionalisme” hanya ibarat lipstick yang melekat pada bibir dan akan hilang dalam waktu yang singkat. Padahal nasionalisme seharusnya diperlakukan sebagai gula pemanis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika kehidupan berbangsa dan bernegara diibaratkan sebagai kue cucuru’, apa mungkin kue tersebut masih akan terasa nikmat tanpa adanya gula? Tentu tidak.
Bisa kita perhatikan disetiap apel pagi, para siwa-siswi lebih memilih meneriakkan lagu “Indonesia Raya” dengan ‘brutal’ dibanding menyanyikannya dengan hati, mereka hanya tahu menyebut setiap liriknya tanpa memahami makna pada setiap kata yang dituangkan pada lagu ‘sakral’ tersebut. Itu masih mending, adalagi yang ketika lagu “Indonesia Raya” dinyanyikan, mereka asyik menyanyikan gossip ter-hot­ di pagi hari. Aneh memang, seseorang yang makan, minum, dan bernaung di negeri ini, tidak bisa menghargai negerinya sendiri meski hanya secuil. Inilah yang saya maksudkan ‘Nasionalisme Raga’ tanpa ‘Nasionalisme Jiwa’.
“Bagimu negeri.. jiwa raga kami.” Semoga lagu ini bisa tetap direalisasikan oleh saya, anda, kami, kalian, kita.
            Sepertinya kita harus merombak ulang mental cinta tanah air pada generasi muda saat ini. Wah,kedengarannya sangat berat. Jadi bagaimana kalau kita mulai dari diri kita sendiri?

Maros, 18 Maret 2015
Atas nama anak bangsa, merdeka!


***


Haloo.. beberapa hari yang lalu Jawa ikut lomba artikel intra OSIS yang temanya Nasionalisme.. dan inilah hasilnya xD hehe




Informasi Pada Buku:

Judul               : Kajang, pecinta kebersamaan dan pelestari alam
Pengarang       : Juma Darmapoetra
Penerbit           : Arus Timur, 2014
ISBN               : 6029057685, 9786029057683
Tebal               : 82 halaman


Pokok-pokok Informasi:

·         Andingingi, sebuah ritual mendinginkan alam dari Kajang.
·         Penyebab ritual.
·         Manfaat ritual.
·         Tata cara ritual.

            Rangkuman:

Suku Kajang yang terletak di daerah terpencil Makassar, Sulawesi Selatan adalah salah satu dari ribuan suku unik yang dimiliki Indonesia, namun satu hal yang menjadi ciri khas suku ini ialah mereka mempunyai prinsip sebagai pecinta kebersamaan, pelestari alam. Hal tersebut dicerminkan oleh adanya ritual ‘andingingngi’, ritual mendinginkan alam.
Ritual ‘andinginngi’ dimaksudkan untuk melestarikan budaya terima kasih pada alam semesta, istilahnya ini merupakan simbol simbiosis mutualisme antar manusia dan alamnya, harapannya agar alam kembali segar, senang, dan segan untuk selalu menaungi kita, serta mensejahterakan kita, begitu kata mereka. Menurut para ahli hal ini disebut juga fenomena kosmologi.
Sembari mereka melakukan ritual, mereka berharap doa mereka akan sampai ke langit, juga sebagai perekat persaudaraan diantara mereka dan tentu hal ini merupakan cara mereka berteman dengan alam. Doa mereka biasanya meliputi doa untuk bumi beserta isinya, dan alam gaib. Ketika alam sudah kembali dingin, menurut mereka alam akan kembali bersedia menyuguhkan apa yang tersedia darinya.
Meskipun ritual ini merupakan ritual mendinginkan alam, tetap saja yang namanya ritual pastilah sakral. Dalam menjalankan ritual ini, mereka mengenakan pakaian serba hitam, seperti pada hari lainnya. Mengapa? Karena hitam adalah lambang kesederhanaan. Di awal ritual, para penduduk suku kajang berbaris di depan rumah tempat ritual itu dilaksanakan. Ritual ini lengkap dirangkaikan dengan makan bersama, masing-masing orang harus membawa makanan dari rumah sendiri dan saling berbagi. Seluruh rangkaian ritual dipimpin oleh seorang pemangku adat yang diberi gelar ‘Ammattoa’, berbicara tentang ‘Ammattoa’, ‘Ammattoa’ ini tidak diperkenankan untuk diliput, diambil gambarnya, ataupun hanya sekedar merekam suaranya. Karena jika ada orang yang nekat melakukan itu, konon katanya ia akan mendapat bencana setelahnya.






Semoga postingan diatas dapat membantu :)

"Anak Emas Tidak Boleh Memelas"


Sudah bukan hal baru bagi kita semua-para remaja, selalu diawasi, dikontrol, dan diremot oleh para orang tua. Sebagian merasa itu hal yang sedikit menyebalkan karena kemauan harus dihalangi oleh persetujuan orangtua karena alasan yang kadang tidak bisa kita terima. Namun, adapula yang menafsirkan bahwa semakin dikekangnya kita, maka itu pertanda bahwa sampai detik ini kita  masih diberi perhatian oleh orang tua. 

Saya termasuk remaja yang mana?

Sebelum membahas saya, mari kita telaah akar permasalahan ini. Kita mulai dari bagaimana pandangan orang tua terhadap anaknya. Setiap orang tua mengartikan anaknya sebagai rahmat dan amanah dari Tuhan, juga sebagai media beramal, bekal di akhirat, dan yang terpenting, setiap orang tua menganggap bahwa anak adalah manusia yang harus dididik oleh mereka. 

Karena pandangan inilah, wajar saja bahwa orang tua memperlakukan anaknya seperti emas yang sangat berharga untuknya. Namun perlu diketahui bahwa emas yang tidak di dulang pun akan memiliki kualitas yang rendah dan tidak terlalu diminati oleh masyarakat. Seperti halnya emas yang perlu di dulang agar bernilai tinggi, maka setiap anak juga perlu dibentuk dan ditempa agar kelak mempunyai nilai guna yang tinggi saat sudah terjun di masyarakat. Jika anak tidak diberi kesempatan dan disembunyikan dari dunia luar, bagaimana mungkin dia bisa memahami fungsinya di masyarakat kelak?



Kekhawatiran orang tua pada anaknya adalah hal yang bagus, bahkan jauh sangat bagus daripada sikap acuh pada anak yang bisa membuat anak merasa tidak dikasihi. Tapi kekhawatiran yang berlebih pada anak akan cenderung bersifat curiga, dan apabila kecurigaan sudah muncul dalam hubungan orang tua dan anak, bisa saja anak akan merasa tidak dipercayai oleh orang tuanya sendiri, jadi satu-satunya jalan untuk menghindari rasa tidak dikasihi oleh orang tua adalah dengan cara mengawasi dan mengontrol anak sewajarnya, jangan sampai orang tua menjelma menjadi layaknya joki pada lomba pacuan kuda yang harus menyakiti 'si kuda' agar sampai ke tempat tujuan yang diinginkan sang joki. Terkadang pula, sang joki lupa bahwa objek yang dikendarainya belum tentu menginginkan tujuan yang sama dengan sang joki, sehingga joki yang seharusnya "menuntun" malah menjadi "penentu kehendak".

Mengutip dari teori Dr. Yusri Abdul Muhsin, sering kali orang tua lupa bahwa faktor terpenting yang membantu anak untuk taat kepada orang tua adalah belaian kasih sayang dan curahan cinta yang ia dapatkan dari orang tua dan seluruh anggota keluarganya. Anak akan mudah untuk patuh dan taat kepada orang tuanya jika ia merasa bahwa semua kebutuhannya akan keamanan, kasih sayang, penghormatan terhadap dirinya, kebebasan, dan sedikit kekuasaan, telah terpenuhi. 

Sampai saat ini.. Alhamdulillah, orang tua saya selalu menempatkan dirinya sebagai "kacamata" bagi kuda liar seperti saya ini, kacamata yang sengaja dipasang di sebelah kanan dan kiri agar si kuda tidak menengok ke sembarang arah hingga kehilangan fokus akan tujuan awalnya. Mereka masih membiarkan anaknya merangkak sendiri namun tetap mengawasi dari belakang. Ketika anaknya sudah mulai sedikit melenceng dari jalur, dengan senang hati mereka mengembalikan anaknya ke jalan yang aman. Karena itu, menurut saya tidak masalah jika orang tua mencampuri urusan kita, karena sejak awal, dari kita lahir, mereka memang selalu menjadi bagian dari kehidupan kita.


Jadi untuk para orang tua yang kebetulan membaca tulisan ini, tolong perlakukan saudara-saudariku yang dititipkan Tuhan pada kalian dengan baik.







Dari seorang anak yang banyak omong,


Jawahirus Saniah.


Agar blog ini lebih afdol.. maka dengan membaca bismillahi rrahmani rrahim.. saya tampilkan biodata saya:)

Data Diri

1. Nama Lengkap                    : Jawahirus Saniah
2. Nama Panggilan                   : Jawa, Ira, JSan

3. Tempat, Tanggal Lahir          : Pangkep, 31 Juli 1999

4. Suku                                    : Bugis - Britanian (yakale:v)
5. Alamat                                 : Perumnas Tumalia C/59
            Kelurahan                    : Adatongeng
            Kecamatan                  : Turikale
            Kabupaten                   Maros
            Propinsi                       : Sulawesi Selatan
6. Email                                   : jawahiruss@yahoo.com
7. Social Media                       
            Twitter                        : @jwhrssaniah_ / @JSaniah_
            Facebook                   : Jawahirus Saniah
            Instagram                    : @jwhrssaniah_
            Soundcloud                 : @jwhrssaniah_
            Wattpad                      : @jwhrssaniah_
            Blog                            : https://jawahirussaniah.blogspot.com
            Line ID                       : jsaniah
8. No.Telp/ HP                       : 0823-9592-0971
9. Pekerjaan                           : Pelajar SMA yang imut
10. Hobi                                 : Kepoin orang (pekerjaan wartawan)
11. Makanan Faforit               : Bakso, Pangsit, Martabak Telor, Martabak Manis, nyum.
12. Riwayat Pendidikan                  
           SD                              : SDN 2 Unggulan Maros (2005-2011)
           SLTP                          : SMPN 2 Unggulan Maros (2011-2014)
           SLTA                          : SMAN 1 SSN Maros (2014-2017)
           Universitas                   : Sastra Inggris UGM (2017-2021) aamiin allahumma aamiin..
13. Cita-cita                           : News Anchor
14. Riwayat Organisasi
      a) Wakil Ketua Osis SMPN 2 Unggulan Maros (2012-2013)
      b) Wapinru Pramuka Impeesa Scout SMPN 2 Unggulan Maros (2011-2013)
      c) Pratama Putri Impeesa Scout SMPN 2 Unggulan Maros (2013-2014)
      d) Organisasi Siswa Peduli Lingkungan
      f) Wakil Sekretaris Osis SMAN 1 SSN Maros (2014-2015)
      g) Serma Paskibra 01 SMAN 1 SSN Maros
      h) Wakil Ketua FABS "Forum Anak Butta Salewangan" (2014-2015)
      i.) Anggota HPPMI "Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia" Cabang Maros
      h) etc. (6+ more)
15. Kemampuan Bahasa         :
     a. Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
     b. Bahasa Inggris yang insya Allah fasih
     c. Bahasa Bugis yang selalu di hati
     d. Bahasa drama Korea
     e. Bahasa anime Jepang
     f. Bahasa Jerman yang ceteknya minta ampun

16. Riwayat Penyakit             : Hemangioma cavernosum

17. Golongan Darah              : O + 

18. Ciri Fisik
      a. Berat Badan                  43kg                       
      b. Tinggi Badan                : 156 cm                           
      c. Bentuk Wajah              : Yang jelas imut                        
      d. Berkaca mata               : -                               
      e. Warna Kulit                  : Sawo Matang
      f. Tahi Lalat                      : x>3
      g. Ukuran hidung              : S
      h. Mata                            : Hitam
19. Motto                              : Eat, Pray, Love

Data Keluarga

  • Ayah
  1. Nama Lengkap           : Jabaruddin, S. Pd., M. Pd.
  2. Nama Panggilan          : Jabar
  3. Tempat, Tanggal Lahir : Polewali, 21 Januari 1970
  4. Pendidikan                 : Sementara program kedoktoran
  5. Pekerjaan                   : PNS
  • Ibu
  1. Nama Lengkap           : Andi Aryani Rajab, S. Pd., M. Pd.
  2. Nama Panggilan          : Andi, Ani, Nani
  3. Tempat, Tanggal Lahir: Pangkajene, 28 Juni 1970
  4. Pendidikan                  : Pasca sarjana
  5. Pekerjaan                    : PNS
  • Adik Perempuan
  1. Nama Lengkap           : Muaiyadah
  2. Nama Panggilan          : Nur, Nunu
  3. Tempat, Tanggal Lahir: Maros, 24 Februari 2002
  4. Pendidikan                  : SMP
  5. Pekerjaan                    : Sementara ini, dia masih kurang kerjaan 
  • Adik Lelaki
  1. Nama Lengkap           : Ahmad Hannan Pasuloi
  2. Nama Panggilan          : Aan, Cul, Sulo
  3. Tempat, Tanggal Lahir: Maros, 7 September 2006
  4. Pendidikan                  : SD
  5. Pekerjaan                    : Makan, main, tidur. I FEEL FREEEE


Okee, maafkanlah saya jika sekiranya terjadi kesalahan.. karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah. Barakallah.

Makhluk Astral Porseni Smansa
            Smansa- Ada cerita aneh bin misterius di Porseni tahun ini, diantara ratusan atlet muda siap tanding di event tahunan ini ada sekelompok hantu yang ternyata berkeliaran di sekitar kita. Segolongan orang yang tidak begitu nampak sosoknya namun memiliki peranan yang sangat penting. Mereka adalah salah satu pemegang kunci utama dari berjalannya Porseni di tahun ini. Lalu bagaimana caranya hantu bisa punya peranan penting di acara menggelegar ini? Mari berkenalan dengan salah satu dari mereka, Muhammad Fadjriyanto. 



Ditemui saat sedang bergentayangan di sekitar wilayah lapangan basket. Ia memberi tanggapan atas gelar ‘hantu’ yang ia sandang sejak dua hari yang lalu, “Wajar saja jika saya dijuluki sebagai hantu. Karena meski nama saya tercantum di daftar kepanitiaan Porseni sebagai pendamping, hanya saja kinerja saya memang tidak terlihat.” ia mengaku tidak terlibat langsung dengan pekerjaan kepanitiaan karena memang sudah memiliki tugas khusus, “Meski tidak turun langsung, saya bertugas untuk menyampaikan apa-apa yang perlu dilakukan dan segala sesuatu yang masih kurang dalam pelaksanaannya. Karena memang tugas saya hanya itu mengingat saya sudah menjadi panitia dua tahun yang lalu secara berturut-turut.” Pada kesempatan itu pula, sosok remaja yang menginjak usia dewasa ini juga tak lupa memberi komentar mengenai Porseni, saat disuruh memilih yang manakah Porseni yang lebih baik antara tahun ini dan tahun sebelumnya ia menjawab lebih puas dengan kepanitiaan tahun ini, “Kepanitiaan tahun lalu, kebetulan saya yang menjadi pengawas kegiatan dan saat itu panitia senior dan junior kurang berkoordinasi, beda dengan tahun ini yang kelihatan berjalan seirama.”
            Selanjutnya ia juga mengoceh tentang mata lomba yang ada di Porseni tahun ini. “Mata lomba yang berjalan sangat lancar adalah mata lomba cerdas cermat, tenis meja, kultum, dan speech. Biasanya, mata lomba yang berlangsung di dalam ruangan memang selalu aman karena tidak terkendala cuaca.” Sampai detik ini, dari 18 mata perlombaan dan pertandingan, beberapa diantaranya sudah melahirkan sang juara, sang runner-up, dan sang perajut asa (juara tiga), sedangkan lomba lainnya akan dilanjutkan pada hari Sabtu (26/12/14).
            Si Hantu mengharapkan bahwa di sisa hari Porseni selanjutnya akan lebih maksimal lagi, meski sempat terjadi beberapa konfilk, kerancuan, protes sana-sini, bualan, dan ocehan tidak menerima kekalahan, apapun yang terjadi, kembali ke tujuan awal Porseni. Membentuk persaudaraan dan semangat sportifitas dalam bingai solidaritas. (js)




Semangat Api Menjalar, eh Malah Menjalar Kemana-mana

            Smansa –- Keributan terjadi di arena petarungan Si Kulit Bundar Berwarna Jingga. Pertandingan antara XI MIPA 5 yang berhadapan dengan XI IIS 3 diselimuti bara api. Enam pemain yang bermain dalam satu lapangan memanas, namun sayangnya bukan semangat sportifitas atau semangat lomba yang mereka tampakkan melainkan semangat api yang berlumur dendam dan emosi. Dendam pribadi yang terjadi diantara mereka membuat sportifitas harus tertindas diatas egoisme. Begitulah yang dikatakan oleh pemain yang terlibat dalam adu emosional,  Muhammad Dirga Ramadhan,”Saya juga tidak tahu apa yang mereka pikirkan sehingga berbuat seperti ini, mungkin dia memiliki dendam pribadi pada saya, tapi apapun itu sungguh sangat disayangkan ketika sportifitas harus dinodai dengan ajang sok-sokan yang seakan menyombongkan kehebatan individual.” Koordinator Panitia Mata Lomba Basket ini juga mengungkapkan bahwa sebagai panitia ia sangat menyayangkan jika terjadi hal seperti ini, dari kacamata Panitia, ia menganggap bahwa hal ini mencerminkan bahwa kurangnya koordinasi sesama panitia, jika saja ada panitia yang melerai keduanya tragedi memalukan seperti ini tidak akan terjadi. Ia juga menambahkan bahwa ini sudah menjadi evaluasi bagi panitia yang kurang bisa mengendalikan suasana, terlebih ini menjadi tamparan keras bagi peserta yang tidak tahu menjaga suasana kondusif, juga tidak tahu menjunjung sportifitas. “Dengan kejadian ini, saya bisa berkata bahwa kesuksesan Porseni menurun dibanding hari kemarin.

            Ketika diwawancarai bagaimana perasaannya sebagai ‘korban’ Dirga menjawab dengan kepala dingin, “Yah, jujur saya sakit hati atas perlakuan tadi, namun bagaimanapun juga saya harus tetap meminta maaf, dan sayapun sudah memaafkan mereka. Semoga saja ini menjadi kejadian pertama dan terakhir. Sekalipun saya yang seakan menjadi ‘tumbal’ saya pikir tidak apa asal ini menjadi pelajaran bagi semua unsur yang terlibat dalam Porseni ini. Hujatan, cacian, makian, bahkan perbuatan yang tidak etis seperti meludahi saya semoga menjadi hikmah juga bagi saya agar tidak melangkah dengan salah tanpa saya sadari sehingga akan menimbulkan percikan emosi diantara kita. Kedepannya kejadian seperti ini mudah-mudahan tidak terjadi lagi, Insya Allah.
             Namun, dibalik bara api emosi, ada terselip kehangatan persahabatan, setiap pertandingan yang berjalan sengit ada  yang tidak sampai berujung perkelahian, mereka yang sepertinya bisa berpikir dewasa lebih memilih menyelamatkan persaudaraan mereka dibandingkan kemenangan berbalut kebencian. Mereka yang mampu berpikir jernih itulah yang menjadi cermin dari generasi muda yang patut memimpin bangsa kedepan.